Bagikan Praktik Baik, PUI Disabilitas Unesa Diseminasikan Model Layanan Kampus Inklusif ke Universitas Udayana Bali
SURABAYA - Tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus berkomitmen dalam meningkatkan semangat inklusi ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada Selasa (12/05/2026) tim dari PUI Disabilitas Unesa melaksanakan kunjungan dalam rangka Diseminasi Model Layangan Disabilitas Perguruan Tinggi bersama Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Udayana (Unud), bertempat di kampus Unud, Bali. Kunjungan ini bertujuan menyebarluaskan model layanan yang telah diterapkan dengan baik di Unesa. Diharapkan langkah ini dapat menjadi acuan dan contoh praktik yang baik bagi ULD Universitas Udayana yang saat ini sedang mengembangkan sistem layanan inklusi mereka.
Sebagai unit baru yang baru saja dibentuk, ULD Universitas Udayana sedang giat mencari cara terbaik untuk meningkatkan pengelolaan organisasi. Menyadari kondisi tersebut, PUI Disabilitas Unesa datang dengan misi sosial dan pendidikan untuk menjelaskan sistem layanan kampus inklusif secara menyeluruh. Acara penyebaran informasi ini tidak hanya terfokus pada pemberian produk fisik, tetapi lebih kepada pertukaran pengetahuan mengenai cara menjalankan model layanan untuk penyandang disabilitas secara berkelanjutan di universitas.
“Tujuan utama kedatangan kami adalah untuk melakukan diseminasi model layanan yang sudah diterapkan di Unesa. Kami ingin mensosialisasikan praktik baik ini, dengan keinginan agar hal-hal positif dan relevan dapat diadopsi atau disesuaikan oleh ULD Universitas Udayana dalam mengembangkan sistem mereka,” ujar perwakilan tim PUI Disabilitas Unesa.
Dalam Pertemuan itu, tim PUI Disabilitas Unesa menjelaskan ekosistem dukungan yang menjadi dasar utama keberhasilan kampus Unesa dalam menyambut mahasiswa berkebutuhan khusus. Berbagai model layanan diperkenalkan termasuk Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Disabilitas yang mendukung dan mudah diakses, pengelolaan relawan (peer support) mahasiswa untuk pendampingan akademik maupun non-akademik, wadah organisasi UKM Peduli Disabilitas, hingga penyediaan layanan konseling yang responsif untuk menjaga kesejahteraan mental mahasiswa disabilitas selama masa studi.
Mengingat status ULD Universitas Udayana yang masih dalam tahap pengembangan, presentasi tentang model layanan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang mendalam. Perwakilan dari Universitas Udayana memanfaatkan momen ini untuk bertanya mengenai tantangan dan langkah-langkah awal dalam membangun serta mengembangkan unit layanan. Beberapa isu penting yang dibahas dalam diskusi strategis ini antara lain penyusunan kebijakan atau regulasi kampus sebagai dasar hukum, sistem perekrutan serta manajemen SDM dan relawan, hingga penentuan skala prioritas program kerja awal agar unit dapat langsung berfungsi optimal.
Sambutan hangat dari pihak Universitas Udayana menandai suksesnya agenda diseminasi ii. Melalui kunjungan ini, PUI Disabilitas Unesa berharap jalinan sinergi ini dapat membantu mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, yang semakin inklusif, setara dan ramah disabilitas.
Penulis: Ayu Novia Rahmatillah
Share It On: