DIC Kembangkan Robot EMONESA, Bantu Anak Autisme Mengekspresikan Emosi
SURABAYA – Pusat Unggulan Iptek Disabilitas Universitas Negeri Surabaya baru-baru ini mengembangkan sebuah robot edukasi. Inovasi robotika yang diberi nama EMONESA ini dirancang untuk membantu anak penyandang autisme belajar mengenali, memahami, hingga mengekspresikan emosi.
Nama EMONESA sendiri merupakan singkatan dari Emotion dan Unesa, yang menjadi pionir utama dalam penelitian dan inovasi ini.
Anggota tim riset EMONESA, Wulan Patria Saroinsong, S.Psi., M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa pengembangan robot ini merupakan bagian dari roadmap penelitian yang telah dimulai sejak tahun 2024 dan melibatkan kolaborasi dengan mitra internasional, termasuk salah satu universitas di Uzbekistan.
Pada awalnya, pengembangan robot ini berawal dari evaluasi terhadap media pembelajaran pengenalan emosi berbasis Virtual Reality (VR) yang sebelumnya telah dikembangkan oleh tim peneliti.
Saat dilakukan diseminasi di sekolah dan lembaga pendidikan yang melayani anak berkebutuhan khusus, ditemukan bahwa sebagian anak penyandang autisme merasa kurang nyaman menggunakan perangkat VR yang mengharuskan mereka mengenakan kacamata yang menutupi area wajah dan mata.
“Berdasarkan hasil evaluasi, kami menemukan bahwa anak autisme cenderung lebih nyaman berinteraksi dengan robot dibandingkan dengan perangkat VR maupun interaksi langsung dengan manusia. Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan EMONESA,” jelas Wulan Patria pada Rabu, 3 Juni 2026.
Robot EMONESA hadir dengan berbagai fitur yang dirancang secara khusus. Fitur pertama adalah musik yang digunakan sebagai tahapan awal untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak autisme.
Setelah mereka merasa lebih rileks, pembelajaran dilanjutkan dengan fitur pengenalan emosi. Melalui fitur ini, EMONESA mengenalkan sebelas jenis emosi dasar yang dikelompokkan ke dalam empat kategori warna, yaitu kuning, hijau, merah, dan biru.
Pengelompokan tersebut bertujuan untuk memudahkan anak-anak autisme dalam memahami berbagai bentuk emosi yang mereka rasakan maupun yang ditunjukkan oleh orang lain.
Selain itu, EMONESA juga dilengkapi dengan fitur storytelling atau latihan berbasis cerita. Dalam fitur ini, anak-anak autisme akan diberikan berbagai situasi sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah mendengarkan cerita, mereka akan diminta untuk memilih emosi yang paling sesuai dengan situasi tersebut.
Keunggulan lain dari EMONESA adalah sistem operasionalnya yang praktis. Robot ini dapat dikendalikan melalui aplikasi pada smartphone Android tanpa memerlukan koneksi internet yang berbayar.
Pengguna hanya perlu menghubungkan robot dan perangkat seluler melalui jaringan Wi-Fi khusus yang telah terintegrasi dalam sistem.
Pengembangan EMONESA sendiri dimulai pada Januari 2025 melalui kolaborasi antara tim peneliti Unesa dan tim pengembang yang merupakan alumni Program Studi Teknologi Pendidikan Unesa.
Setelah melalui beberapa tahap uji coba dan penyempurnaan, robot ini berhasil diwujudkan sebagai media pembelajaran yang inovatif dan ramah pengguna.
Sebagai langkah pengembangan berikutnya, tim peneliti menargetkan EMONESA hadir dalam bentuk portabel agar pemanfaatannya dapat menjangkau lebih banyak sekolah inklusif dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Selain itu, peluang hilirisasi dan kerja sama dengan berbagai instansi pendidikan juga tengah dipersiapkan agar pemanfaatan EMONESA dapat dirasakan oleh lebih banyak anak-anak autisme di berbagai daerah.
Share It On: