DIC UNESA Petakan Aksesibilitas Kampus Bersama Mahasiswa Teknik Sipil dan Relawan Disabilitas
SURABAYA - Dalam rangka mendukung kampus yang ramah disabilitas, Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Disability Innovation Center (DIC) menggelar kegiatan pendataan dan pemetaan aksesibilitas fisik di dua area kampus, yakni Kampus 1 Ketintang dan Kampus 2 Lidah Wetan. Kegiatan berlangsung pada Senin, 7 Juli 2025, di Kantor DIC, Gedung O7 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA.
Kegiatan ini melibatkan relawan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil yang dikomandani oleh Mochamad Firmansyah Sofianto, S.T., M.Sc., M.T., dan relawan Disabilitas PUID UNESA yang dikoordinasikan oleh dan Riski Arbi, S.Pd., M.Pd. Bersama tim DIC UNESA, mereka melakukan koordinasi awal terkait penyamaan persepsi tentang aksesibilitas dalam bentuk fisik dan layanan yang penting bagi mobilitas penyandang disabilitas, seperti jalur landai, guiding block, tangga, dan akses ke fasilitas umum.
Disisi lain, salah satu relawan Disabilitas PUID UNESA, Madeline Pinky Agustin menceritakan bahwa melalui kegiatan ini para relawan diberi bekal untuk melakukan observasi terkait aksesibilitas yang ada di seluruh Fakultas di UNESA. Dari sini, ia mengaku melalui kegiatan ini dapat mengetahui tentang standar infrastruktur aksesibilitas bagi penyandang disabilitas,”harapannya hal ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas yang kurang inklusif guna untuk memudahkan penyandang disabilitas dalam melakukan mobilitas di sekitar kampus,” pungkasnya.
Tim DIC menegaskan pentingnya kegiatan ini karena masih banyak kebutuhan aksesibilitas yang belum terpenuhi secara menyeluruh di lingkungan kampus. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi UNESA dalam menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya ramah bagi semua, tetapi juga mendukung kemandirian dan mobilitas mahasiswa disabilitas secara nyata. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kesiapan aksesibilitas fisik kampus UNESA ke depannya, dengan menghadirkan data dan pemetaan awal sebagai landasan dalam perencanaan dan pembangunan fasilitas kampus yang lebih adaptif dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa Teknik Sipil, relawan disabilitas, dan tim DIC UNESA, proses identifikasi titik-titik aksesibilitas dilakukan secara menyeluruh dan berbasis observasi lapangan. Data yang diperoleh akan menjadi acuan dalam perbaikan fasilitas kampus, guna mendukung mobilitas dan kenyamanan sivitas akademika, khususnya penyandang disabilitas.
Penulis: Lina Nur Laili
Share It On: