Diskusi Kelompok Terarah Kampus Ramah Disabilitas: PUID UNESA Gelar FGD Aksesibilitas dan Pemetaan Fasilitas
SURABAYA, 10 September 2026 – Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi pelopor pendidikan inklusif di Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus berinovasi untuk meruntuhkan hambatan fisik dan digital bagi civitas akademikanya. Melalui Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID), UNESA menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Pemetaan Aksesibilitas dan Fasilitas Kampus”. Pertemuan ini menandai fase krusial dalam transformasi UNESA menuju lingkungan belajar yang benar-benar aksesibel dan ramah disabilitas.
Urgensi pemetaan ini didasarkan pada visi untuk tidak hanya menyediakan kuota bagi mahasiswa disabilitas, tetapi juga memastikan ekosistem pendukung yang mumpuni. FGD kali ini menonjolkan pendekatan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang melibatkan mahasiswa serta dosen dari Program Studi Teknik Sipil dan Sistem Informasi. Sinergi ini dirancang untuk menciptakan solusi komprehensif yang menggabungkan analisis struktur fisik dengan kecanggihan teknologi informasi.
Dari sisi Teknik Sipil, fokus pemetaan mencakup audit fasilitas fisik seperti kemiringan ramp yang standar, ketersediaan ubin pemandu (guiding block), aksesibilitas pintu masuk, hingga tata letak spasial antar-gedung. Sementara itu, tim Sistem Informasi berperan dalam mentransformasikan data lapangan tersebut ke dalam basis data digital. Integrasi ini nantinya akan menghasilkan sistem navigasi interaktif dan aplikasi pendukung yang memungkinkan pengguna mendapatkan informasi real-time mengenai kondisi aksesibilitas di setiap sudut kampus.
Cakupan proyek pemetaan ini meliputi seluruh wilayah geografis UNESA. Tim akan menyisir Kampus 1 Ketintang, hingga Kampus 5 yang berlokasi di Magetan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan kemandirian penuh bagi mahasiswa dan staf dengan disabilitas netra. Dengan pemetaan yang presisi, diharapkan mereka dapat mengenali letak gedung kuliah, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas umum seperti toilet dan kantin secara aman dan nyaman tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan orang lain.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah jajaran pakar dan pimpinan di lingkungan PUID UNESA, di antaranya adalah Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd. (Ketua PUID UNESA), Vivi Kurnia Herviani, S.Pd., M.Pd., Riski Prasetya Arbi, S.Pd., M.Pd., Khofidotur Rofiah, M.Pd., Ph.D., dan Silfia Asningtias, S.Pd., M.TESOL., Ph.D.
Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh tim mahasiswa serta dosen pembimbing atas dedikasi luar biasa dalam menjalankan proyek pemetaan ini.
Dengan terselenggaranya FGD ini, UNESA optimis hasil pemetaan dapat segera diimplementasikan sebagai panduan navigasi digital dan menjadi rujukan kebijakan pembangunan infrastruktur universitas di masa depan. Langkah ini diharapkan mampu membawa UNESA memenuhi standar inklusif internasional, sekaligus menjadi kiblat bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam menciptakan kampus yang tanpa batas bagi semua.
Share It On: