Inklusivitas Pemilu: UNESA Kolaborasi dengan PPDI, IFES, KPU, dan BAWASLU Wujudkan Pemilihan Umum yang Aksesibel

Surabaya, 23 September 2023 - Upaya untuk meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pemilihan umum semakin kuat dengan diumumkannya kemitraan strategis antara Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), International Foundation for Electoral Systems (IFES), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU).
Kerjasama yang baru ini bertujuan untuk memastikan bahwa hak suara penyandang disabilitas di Indonesia menjadi kenyataan yang terwujud dalam proses pemilihan umum. Partisipasi yang inklusif menjadi fokus utama, dan beberapa inisiatif kunci telah diumumkan untuk mewujudkannya.
Direktur Direktorat Disabilitas UNESA, Dr. Wagino, M.Pd, bersemangat dan berkomitmen terhadap kemitraan ini, menganggap partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pemilihan umum sebagai aspek penting dalam membangun masyarakat inklusif dan adil. Dalam kerjasama dengan IFES, PPDI, KPU, dan BAWASLU, mereka berupaya menyediakan pendidikan pemilu berkualitas dan aksesibilitas yang lebih baik bagi penyandang disabilitas. Dr. Wagino juga mengundang dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan pemilihan umum yang inklusif, memperkuat demokrasi, dan menghormati hak-hak dasar setiap individu.
Direktorat Disabilitas UNESA akan bekerjasama dengan IFES dalam menyelenggarakan pelatihan dan bimbingan pemilu yang khusus ditujukan untuk penyandang disabilitas. Pelatihan ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang proses pemilu, hak-hak pemilih, serta cara penggunaan hak suara dengan efektif.
Selain itu, Direktorat Disabilitas UNESA bersama dengan PPDI akan mengembangkan materi edukasi yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas. Materi ini akan mencakup panduan dalam berbagai format, seperti teks, video, dan audio, agar sesuai dengan beragam kebutuhan disabilitas.
KPU dan BAWASLU juga akan berperan penting dalam memastikan aksesibilitas pemilu bagi penyandang disabilitas. Hal ini meliputi fasilitas fisik yang ramah disabilitas, teknologi seperti Braille, serta penyelenggaraan pemungutan suara elektronik.
Sementara itu, PPDI akan berperan sebagai agen penyuluhan dan advokasi untuk penyandang disabilitas. Mereka akan memberikan informasi yang mendalam tentang pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum dan membantu penyandang disabilitas mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin mereka hadapi.
Kemitraan strategis ini adalah langkah positif dalam memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia, tanpa memandang status disabilitasnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses demokratis pemilihan umum. Dengan kolaborasi ini, diharapkan partisipasi penyandang disabilitas dalam pemilihan umum akan terus meningkat, menjadikan demokrasi kita semakin inklusif dan representatif.
Share It On: