Kuliah Tamu Unesa Hadirkan Akademisi UM, Optimalkan Kualitas Lulusan PLB yang Unggul dan Kompetitif
SURABAYA - Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan, Universtas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu pada Selasa, 21 April 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Program Studi Pendidikan Luar Biasa Menuju Lulusan yang Unggul dan Kompetitif” ini berlangsung secara luring di Auditorium Lantai 4 Gedung O6 FIP Unesa serta disiarkan secara daring melalui platform YouTube.
Narasumber yang hadir merupakan akademisi dari Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Prof. Dr. Mohammad Efendi, M.Pd., M.Kes., selaku dosen Program Studi Pendidikan Luar Biasa. Dalam pemaparannya, Prof. Efendi menekankan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran serta penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan pendidikan inklusif di masa depan.
Selain itu, disampaikan pula urgensi kolaborasi antara institusi pendidikan, praktisi, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik, khususnya penyandang disabilitas.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Unesa turut memperkenalkan berbagai produk inovasi yang telah dikembangkan melalui kunjungan Prof. Efendi ke Disability Innovation Center (DIC) Unesa. Kunjungan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan, di mana pihak Universitas Negeri Malang melakukan eksplorasi terhadap produk-produk inovatif yang mendukung pembelajaran bagi penyandang disabilitas.
Kunjungan tersebut turut berkaitan dengan riset yang tengah dilakukan oleh Prof. Efendi mengenai pengembangan media penanggulangan bencana (disaster) yang ramah disabilitas. Dalam hal ini, DIC Unesa telah memiliki sejumlah media pembelajaran terkait mitigasi bencana bagi peserta didik disabilitas, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).
Kegiatan kuliah tamu ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi serta mendorong lahirnya lulusan Pendidikan Luar Biasa yang unggul, adaptif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan inklusif di masa depan.
Share It On: