Mahasiswa Universitas Brawijaya Uji Coba LMS VERO Bersama Mahasiswa Tunarungu di PUI Disabilitas UNESA.
Surabaya – Tim mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) melakukan uji coba Learning Management System (LMS) VERO di Disability Innovation Center (DIC), PUI Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari proses riset dan pengembangan inovasi mahasiswa untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
LMS yang dikembangkan untuk mendukung terciptanya ruang perkuliahan yang lebih inklusif, khususnya dalam menjembatani komunikasi antara mahasiswa tunarungu dan mahasiswa dengar. Sistem ini memanfaatkan kamera penerjemah yang terintegrasi dengan deep neural network untuk mendukung komunikasi dua arah dalam proses pembelajaran.
Kegiatan diawali dengan pemaparan Tim VERO mengenai konsep, cara kerja, serta sejumlah fitur yang tersedia dalam LMS tersebut. Dua fitur yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah gesture to text dan speech to text yang dirancang untuk membantu komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dan pengguna bahasa lisan.
Melalui fitur gesture to text, gerakan bahasa isyarat yang dilakukan oleh pengguna tunarungu dapat dikenali oleh sistem melalui kamera dan diterjemahkan ke dalam bentuk teks. Fitur tersebut memungkinkan pengguna yang belum memahami bahasa isyarat untuk mengetahui pesan yang disampaikan oleh pengguna tunarungu.
Sementara itu, fitur speech to text memungkinkan ucapan dari pengguna dengar diubah secara langsung menjadi teks. Dengan demikian, informasi yang disampaikan melalui bahasa lisan dapat diterima oleh pengguna tunarungu dalam bentuk visual.
Setelah pengenalan fitur, Tim VERO melanjutkan kegiatan dengan melakukan uji coba LMS secara langsung bersama mahasiswa tunarungu dan mahasiswa dengar yang sedang menjalani program magang di PUI Disabilitas UNESA. Uji coba dilakukan untuk melihat fungsi dari fitur-fitur yang telah dikembangkan ketika digunakan secara langsung oleh pengguna.
Dalam proses pengujian, mahasiswa tunarungu mencoba menggunakan bahasa isyarat di depan kamera untuk melihat kemampuan sistem dalam mengenali gerakan dan menerjemahkannya menjadi teks. Sementara itu, mahasiswa dengar mencoba fitur speech to text dengan menyampaikan pesan secara lisan yang kemudian diubah oleh sistem ke dalam bentuk teks.
Berdasarkan uji coba yang dilakukan, fitur-fitur pada LMS VERO dapat berjalan sesuai fungsi dalam proses pengujian. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi Tim VERO untuk melihat secara langsung penggunaan sistem serta memperoleh gambaran mengenai aspek yang masih dapat dikembangkan dan disempurnakan.
Setelah proses uji coba, Tim VERO meminta saran dan masukan dari mahasiswa tunarungu mengenai pengalaman mereka selama menggunakan LMS. Masukan dari pengguna menjadi bagian penting dalam proses evaluasi agar pengembangan sistem tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman pengguna tunarungu.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Acep Ovel Novari Beny, M.Pd., selaku Kasi Layanan Pendidikan dan Usaha Disabilitas PUI Disabilitas UNESA. Pendampingan berlangsung selama proses pengenalan hingga pelaksanaan uji coba LMS bersama mahasiswa tunarungu dan mahasiswa dengar.
Pelaksanaan uji coba LMS VERO di PUI Disabilitas UNESA menjadi bagian dari proses pengembangan inovasi yang melibatkan pengguna secara langsung. Melalui pengujian tersebut, Tim VERO dapat memperoleh masukan sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan sistem sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Melalui kegiatan ini, PUI Disabilitas UNESA turut menjadi ruang pengujian dan pengembangan inovasi mahasiswa yang berorientasi pada aksesibilitas pendidikan. Pengembangan LMS VERO diharapkan dapat terus disempurnakan dan memberikan kontribusi dalam mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin aksesibel dan inklusif bagi mahasiswa tunarungu.
Share It On: