Memperkuat Pendidikan Inklusif ASEAN, SEAMEO SEN dan PUI Disabilitas Unesa Perluas Kolaborasi Strategis Menuju 2026–2027
Surabaya, 7 Juli 2026 — Suasana penuh keakraban mewarnai kunjungan kerja sama antara Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Special Educational Needs (SEAMEO SEN) dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen bersama untuk membangun ekosistem pendidikan inklusif di kawasan Asia Tenggara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembaruan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan SEAMEO SEN. Pembaruan kerja sama tersebut dilakukan oleh Wakil Rektor III Unesa sebagai bentuk penguatan hubungan kelembagaan serta komitmen kedua institusi dalam mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang pendidikan khusus dan disabilitas.
Pembaruan MoU ini menjadi simbol keberlanjutan kolaborasi yang telah terbangun sebelumnya. Lebih dari sekadar dokumen kerja sama, kesepakatan tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan berbagai program nyata yang memberikan dampak bagi peserta didik berkebutuhan khusus, pendidik, peneliti, serta komunitas disabilitas di tingkat regional.
Usai agenda pembaruan MoU, delegasi SEAMEO SEN melanjutkan kunjungan ke PUI Disabilitas Unesa. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi strategis yang akan dikembangkan sepanjang tahun 2026 hingga 2027.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah keterlibatan SEAMEO SEN sebagai strategic partner dalam International Symposium on Disability and Inclusive Development (ISDID) 2026. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi ISDID sebagai forum internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi pendidikan, pemerintah, organisasi disabilitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi inovasi dan praktik terbaik dalam pendidikan inklusif.
Selain keterlibatan dalam ISDID 2026, SEAMEO SEN dan PUI Disabilitas Unesa juga merancang agenda joint conference, keynote speaker, dan panel session. Forum akademik bersama tersebut akan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai perkembangan pendidikan khusus, teknologi asistif, kebijakan inklusi, serta pendekatan baru dalam mendukung keberagaman kebutuhan belajar peserta didik.
Kolaborasi penelitian juga menjadi bagian penting dalam pembahasan. Kedua institusi sepakat untuk memperkuat kerja sama riset terkait pendidikan inklusif dan disabilitas, termasuk pengembangan model pembelajaran, inovasi layanan pendidikan khusus, serta kajian berbasis bukti yang dapat mendukung kebijakan pendidikan di kawasan ASEAN.
Tidak hanya berfokus pada penelitian, kerja sama ini juga memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Melalui program capacity building untuk guru pendidikan khusus di ASEAN, SEAMEO SEN dan Unesa berencana menghadirkan pelatihan, lokakarya, serta pengembangan kompetensi profesional bagi guru yang mendampingi peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Dalam aspek pengembangan sumber daya manusia, kedua pihak turut membahas peluang Student and Staff Mobility Program. Program ini membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk memperoleh pengalaman akademik serta profesional melalui pertukaran pengetahuan, praktik, dan budaya antarnegara ASEAN.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan gagasan pengembangan ASEAN Network on Inclusive Education and Disability Innovation. Jaringan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi regional yang menghubungkan institusi pendidikan, peneliti, praktisi, dan komunitas disabilitas untuk mempercepat inovasi serta memperkuat gerakan pendidikan inklusif di Asia Tenggara.
Melalui pembahasan rencana Implementation Arrangement (IA), MoU, dan program kerja bersama tahun 2026–2027, SEAMEO SEN dan PUI Disabilitas Unesa menunjukkan komitmen untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Kunjungan ini bukan hanya menjadi agenda diplomasi akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat visi bersama bahwa pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi lintas negara, lintas disiplin, dan lintas institusi. Dengan sinergi yang semakin kuat, Unesa dan SEAMEO SEN berupaya menghadirkan masa depan pendidikan ASEAN yang lebih setara, ramah, dan memberikan kesempatan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Share It On: