Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas resmi membuka program magang bagi mahasiswa nasional maupun internasional. Program ini dirancang untuk memperluas ruang belajar berbasis praktik, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang inklusif dan berpihak pada pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Melalui program magang ini, peserta akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan PUI Disabilitas, mulai dari riset dan pengembangan kebijakan, penguatan layanan dan pendampingan, penyusunan materi edukasi, hingga pengelolaan program kampanye kesadaran publik. Peserta juga berkesempatan bekerja sama dengan tim lintas disiplin, termasuk akademisi, praktisi, komunitas disabilitas, serta mitra institusi dari dalam dan luar negeri.
Ketua PUI Disabilitas menyampaikan bahwa magang ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun perspektif inklusif, empati sosial, serta kemampuan kolaborasi dalam lingkungan kerja yang beragam. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa isu disabilitas bukan sekadar topik, melainkan bagian dari pembangunan yang harus melibatkan semua pihak,” ujarnya.
PUI Disabilitas menargetkan penerimaan ini dengan skema penempatan yang fleksibel sesuai kebutuhan program dan latar belakang peserta. Program ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, teknologi, sosial-humaniora, desain, komunikasi, hingga kebijakan publik.
Pendaftaran dilakukan secara bertahap dan seleksi menekankan komitmen, motivasi, serta kesiapan peserta untuk berkontribusi. Dengan hadirnya kesempatan ini, PUI Disabilitas berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif dan produktif, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam mendorong aksesibilitas dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.