PUI Disabilitas UNESA Bersama Sagasitas Indonesia Bahas Pelatihan Cloud Computing dan AI bagi Mahasiswa Disabilitas
Surabaya, 4 September 2026 — Pusat Unggulan Iptek Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (PUI Disabilitas UNESA) menerima kegiatan pembahasan dan persiapan program “Terampil di Awan” yang dilaksanakan di Gedung Disability Innovation Center (DIC) UNESA pada Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan tersebut disambut dan didampingi oleh Acep Ovel Novary Beny, S.Pd., M.Pd. dan Riski Prasetya Arbi, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, penyampaian materi dilakukan oleh Zainal Abidini A.M. selaku Ketua Umum Yayasan Sagasitas Indonesia.
Program “Terampil di Awan” merupakan pelatihan cloud computing dan teknologi kecerdasan buatan yang ditujukan bagi mahasiswa disabilitas. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa disabilitas untuk mengenal dasar-dasar cloud computing, artificial intelligence (AI), generative AI, serta penggunaan berbagai platform teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Zainal menjelaskan bahwa peserta tidak hanya akan mendapatkan materi secara teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung, diskusi kelompok, penyusunan proyek, presentasi akhir, dan rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan tersebut juga direncanakan menjadi bagian dari agenda awarding ceremony pada 3 Desember 2026.
Pada kesempatan yang sama, Acep Ovel Novary Beny turut menjelaskan berbagai bentuk layanan yang diberikan UNESA kepada mahasiswa disabilitas. Layanan tersebut meliputi pendampingan perkuliahan, penyediaan relawan, orientasi mahasiswa baru, character building, konseling mahasiswa disabilitas, layanan ULABK, serta pelatihan bagi sivitas akademika.
Pembahasan juga mencakup persiapan teknis pelaksanaan program, mulai dari pendataan peserta berdasarkan ragam disabilitas, penyiapan relawan dan juru bahasa isyarat, hingga pemilihan tempat yang dapat menampung peserta serta mudah diakses. Relawan pendamping juga direncanakan mendapatkan pembekalan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Selain melibatkan mahasiswa UNESA, program tersebut direncanakan menjangkau mahasiswa disabilitas dari sejumlah perguruan tinggi lain. Peserta akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang teknologi dan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga pembuatan proyek akhir.
Melalui program “Terampil di Awan”, mahasiswa disabilitas diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam bidang cloud computing dan AI, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan pemecahan masalah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan belajar teknologi yang lebih inklusif dan setara bagi mahasiswa disabilitas.
Share It On: