PUI Disabilitas Unesa Dorong Pemberdayaan Disabilitas melalui Kunjungan Industri ke Raya Honey Sibetan Bali
SURABAYA – Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kunjungan kolaborasi bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) ke Raya Honey Sibetan, Karangasem, Bali pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkuat pengembangan program pemberdayaan dan pelatihan bagi penyandang disabilitas.
Dalam kunjungan tersebut, tim PUI Disabilitas Unesa berkesempatan melihat secara langsung proses pengelolaan usaha madu yang dijalankan secara inklusif oleh Raya Honey Sibetan. Menariknya, pemilik usaha tersebut merupakan seorang teman tuli, dengan sebagian besar karyawan yang juga merupakan teman tuli. Mulai dari proses budidaya, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk dilakukan oleh tenaga kerja penyandang disabilitas.
Raya Honey Sibetan dikenal sebagai usaha yang bergerak di bidang produksi madu dan budidaya lebah madu dengan berbagai varian produk yang dihasilkan. Selain memproduksi madu alami, mereka juga mengembangkan proses pengemasan produk secara mandiri. Seluruh tahapan, termasuk desain dan pembuatan kemasan produk, turut dikerjakan oleh tenaga kerja teman tuli sebagai bentuk pemberdayaan dan peningkatan keterampilan kerja. Produk-produk tersebut kemudian dipasarkan kepada masyarakat dengan melibatkan teman tuli sebagai bagian dari tim pemasaran.
Pada kesempatan tersebut, pihak Raya Honey Sibetan juga memperkenalkan berbagai jenis madu yang mereka produksi sekaligus menjelaskan proses budidaya lebah, teknik pengolahan madu, tahapan pengemasan, hingga strategi pemasaran produk. Tim PUI Disabilitas Unesa juga memperoleh gambaran mengenai sistem pengelolaan usaha yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Melalui kunjungan ini, PUI Disabilitas Unesa berencana mengembangkan program shelter workshop bagi penyandang disabilitas. Program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pelatihan awal agar peserta memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja sebelum terjun secara langsung ke dunia kerja maupun dunia industri. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan membuka peluang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.
Penulis: Shanita Septias Anaway
Share It On: