PUID Unesa Kenalkan UDIM di Forum Internasional ICER 2026 Inovasi Pengukuran Inklusi Disabilitas Diperkenalkan untuk Mendorong Institusi yang lebih inklusif
Khon Kaen, Thailand — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi disabilitas di tingkat global melalui promosi Unesa Disability Inclusion Metric (UDIM) pada International Conference on Educational Reform (ICER 2026) yang diselenggarakan di Khon Kaen University, Thailand. Sebagai salah satu co-host konferensi internasional tersebut, Unesa memanfaatkan forum ini untuk memperkenalkan UDIM sebagai kerangka inovatif dalam mengukur sekaligus mendorong implementasi inklusi disabilitas di berbagai institusi.Unesa Disability Inclusion Metric (UDIM) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Unesa sebagai instrumen komprehensif untuk mengukur tingkat inklusi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di berbagai organisasi maupun institusi. UDIM dirancang dengan sejumlah indikator yang dapat digunakan untuk menilai kualitas penerapan inklusi disabilitas sekaligus membantu institusi menciptakan lingkungan yang lebih aksesibel, setara, dan inklusif.Melalui ICER 2026, Unesa memperkenalkan UDIM kepada akademisi, peneliti, pimpinan institusi pendidikan, serta praktisi dari berbagai negara. Promosi UDIM dalam forum pendidikan internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperluas implementasi dan dampaknya di tingkat global sekaligus mendorong kolaborasi internasional dalam mewujudkan institusi yang ramah terhadap penyandang disabilitas.Dalam pemaparannya, UDIM menunjukkan komitmen jangka panjang Unesa dalam pemberdayaan penyandang disabilitas dan pengembangan pendidikan inklusif. Instrumen ini dikembangkan melalui kolaborasi bersama para ahli, pengguna, serta mitra nasional dan internasional. UDIM mengusung prinsip bahwa inklusi disabilitas tidak hanya berfokus pada penyediaan akses, tetapi juga menjamin partisipasi yang bermakna, kesempatan yang setara, serta transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.Konferensi ICER 2026 menjadi momentum strategis bagi Unesa untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan praktik-praktik pendidikan inklusif sekaligus belajar dari berbagai mitra internasional. Para peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap UDIM sebagai kerangka acuan yang berpotensi digunakan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat implementasi inklusi disabilitas di institusi pendidikan maupun organisasi.Di bawah kepemimpinan Prof. Sujarwanto dan Prof. Budiyanto dari PUI Disabilitas Unesa, promosi UDIM menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Unesa untuk menjadikan inklusi disabilitas sebagai gerakan bersama di tingkat global. Inisiatif ini sejalan dengan visi Unesa dalam mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung pemenuhan hak, partisipasi, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.Melalui promosi UDIM pada ICER 2026, Unesa tidak hanya memperkenalkan sebuah inovasi kelembagaan, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa lingkungan yang inklusif harus dirancang secara sadar, diukur secara objektif, dan terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi internasional, Unesa berharap dapat menginspirasi perguruan tinggi dan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif.
Share It On: