PUID Unesa Perluas Relasi Akademik Global Melalui Coaching Clinic Bersama Khon Kaen University
SURABAYA – Suasana diskusi interaktif mewarnai agenda Manuscript Clinic on Special Education Area for High Reputable Journal pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam agenda tersebut, Khon Kaen University (KKU), Thailand, memberikan coaching clinic kepada tim Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah bereputasi internasional sekaligus memperkuat kolaborasi riset di bidang disabilitas.
Forum diskusi yang dihadiri oleh Professor Dr. Penne Narot, Professor Narong Kiettikunwong, beserta jajaran pengurus PUI Disabilitas Unesa tersebut berlangsung di Disability Innovation Center (DIC) Kampus 2 Unesa. Berbagai strategi publikasi, pengalaman, serta masukan dalam penyusunan manuskrip dibahas secara mendalam, menciptakan ruang diskusi yang produktif antara kedua institusi.
Selain memberikan pendampingan penulisan artikel ilmiah, pertemuan ini juga menjadi momentum membahas penguatan kerja sama internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International Symposium on Disability, Innovation, and Sustainable Development (ISDISD) 2026 yang akan digelar pada 29–30 September 2026 mendatang di Kampus Unesa.
Simposium tersebut diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk menghadirkan inovasi serta solusi berkelanjutan di bidang disabilitas dan inklusi.
Pada kesempatan yang sama, PUI Disabilitas Unesa memaparkan rencana peluncuran Unesa Disability Inclusive Metrics (DIMETRIC), sebuah instrumen yang dikembangkan untuk mengukur implementasi kampus inklusif secara komprehensif.
Unesa turut mengundang Khon Kaen University untuk bergabung dalam berbagai agenda akademik mendatang, termasuk berpartisipasi dalam ISDISD 2026 serta memamerkan inovasi unggulan yang dimiliki sebagai bagian dari penguatan jejaring inovasi disabilitas di tingkat global.
PUI Disabilitas Unesa turut memperkenalkan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan, di antaranya EMONESA dan CARE-DIS. CARE-DIS merupakan sistem terpadu yang menyajikan visualisasi data mahasiswa penyandang disabilitas secara real-time sekaligus mendukung layanan konseling terintegrasi.
Melalui website tersebut, mahasiswa dapat menyampaikan kebutuhan maupun kendala yang dihadapi, sementara konselor dapat melakukan pendampingan, memantau perkembangan, menjadwalkan layanan, hingga memberikan respons awal melalui chatbot.
Sistem ini juga mendukung administrator, dosen, dan pimpinan universitas dalam mengambil keputusan berbasis data.
Sebagai bagian dari sesi berbagi inovasi, Khon Kaen University memperkenalkan teknologi CCTV berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu mendeteksi potensi tindak kekerasan secara otomatis di lingkungan rumah sakit.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan rumah sakit, sehingga diharapkan dapat memberikan peringatan dini sekaligus meningkatkan keamanan bagi tenaga medis, pasien, dan pengunjung rumah sakit.
Melalui coaching clinic dan diskusi akademik ini, PUI Disabilitas Unesa dan Khon Kaen University semakin menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan layanan dan ekosistem disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Shanita Septias Anaway
Share It On: