Rapat Persiapan Perkuliahan Mahasiswa Disabilitas di Lingkungan Prodi UNESA
Surabaya, 31 Agustus 2026 – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar rapat persiapan perkuliahan mahasiswa disabilitas di lingkungan program studi pada Senin (31/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat lantai 9 ini menjadi bagian dari upaya UNESA memastikan proses pembelajaran bagi mahasiswa disabilitas dapat berjalan secara inklusif, nyaman, dan optimal.
Rapat dihadiri oleh Prof. Dr. Martadi, M.Sn., Wakil Rektor Bidang I; Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D., Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran; Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., Kasubdit PUI Disabilitas; serta para ketua program studi dari berbagai fakultas di UNESA. Materi disampaikan oleh Silfia Asningtias, S.Pd., M.TESOL., Ph.D. dan Acep Ovel Novari Beny, S.Pd., M.Pd.
Rapat membahas kesiapan program studi dalam memberikan layanan kepada mahasiswa baru disabilitas. Hal ini penting mengingat UNESA memiliki jumlah mahasiswa disabilitas yang relatif besar dan menjadikan pendidikan inklusif serta layanan disabilitas sebagai salah satu keunggulan universitas. Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi UNESA untuk memastikan setiap mahasiswa memperoleh fasilitas dan pendampingan sesuai kebutuhannya.
Dalam rapat turut dibahas pentingnya ketersediaan data mahasiswa disabilitas sejak awal penerimaan. Sebelumnya, pernah terjadi mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP belum teridentifikasi sebagai mahasiswa disabilitas sehingga berpotensi menimbulkan kendala dalam pemberian layanan. Oleh karena itu, koordinasi antara program studi dan layanan disabilitas menjadi hal yang penting.
Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik ragam disabilitas, hambatan belajar, serta perancangan ekosistem perguruan tinggi yang ramah disabilitas. Salah satu pembahasan terkait penyesuaian fasilitas pembelajaran, seperti penempatan mahasiswa pengguna kursi roda di ruang perkuliahan yang mudah diakses, termasuk di lantai dasar apabila diperlukan.
Selain membahas hambatan dan solusi, rapat juga meninjau berbagai layanan yang telah tersedia di UNESA. Di antaranya relawanu pendamping mahasiswa disabilitas, pelatihan keterampilan khusus bagi mahasiswa, pelatihan bagi volunteer mengenai karakteristik disabilitas dan bahasa isyarat, serta layanan ULABk yang menyediakan berbagai terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
UNESA juga terus mengembangkan layanan digital. Salah satunya melalui aplikasi konseling MADIF serta website Care-Dis yang menyediakan informasi jumlah mahasiswa disabilitas di UNESA, pengajuan pendampingan, pengaduan bullying, dan berbagai layanan lainnya.
Melalui rapat ini, UNESA berkomitmen memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh program studi agar mahasiswa disabilitas dapat mengikuti perkuliahan dengan aman, nyaman, dan mendapatkan kesempatan belajar yang setara.
Share It On: