Relawan Disabilitas UNESA Dampingi Mahasiswa Disabilitas dalam PKKMB 2026
Surabaya, 21 Agustus 2026 – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) 2026 turut diwarnai dengan pendampingan bagi mahasiswa disabilitas. Kegiatan pendampingan ini melibatkan UKM Peduli Disabilitas UNESA yang berperan dalam memastikan mahasiswa disabilitas dapat mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB dengan nyaman, aman, dan percaya diri.
Ketua UKM Peduli Disabilitas UNESA, Nanda, menjelaskan bahwa sebelum terjun langsung mendampingi mahasiswa disabilitas, para relawan mendapatkan pelatihan dan pembekalan. Pembekalan tersebut bertujuan untuk mengenalkan berbagai macam ragam disabilitas, memahami cara berinteraksi dengan teman-teman disabilitas, serta mempelajari cara menangani dan memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Menurut Nanda, pelatihan tersebut menjadi bagian penting agar para relawan memiliki kesiapan ketika berhadapan langsung dengan mahasiswa disabilitas. UKM Peduli Disabilitas memberikan berbagai bekal, termasuk pengenalan bahasa isyarat serta cara menangani dan mendampingi teman-teman dengan berbagai ragam disabilitas. Dengan bekal tersebut, para relawan diharapkan mampu memberikan pendampingan yang tepat dan tetap mengedepankan sikap menghargai kemandirian mahasiswa disabilitas.
“Dari tim UKM Peduli Disabilitas memastikan relawan akan mempunyai bekal dan siap terjun langsung sebagai pendamping teman-teman disabilitas,” ujar Nanda.
Ia menambahkan bahwa terdapat perubahan positif dari tahun ke tahun dalam upaya menciptakan lingkungan kampus UNESA yang semakin ramah disabilitas. Kehadiran pendamping dan relawan menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memastikan mahasiswa disabilitas memiliki kesempatan yang setara dalam mengikuti kegiatan akademik maupun kehidupan kampus.
Salah satu pengalaman yang paling menyentuh bagi Nanda adalah ketika melihat teman-teman disabilitas memiliki semangat untuk berkuliah. Menurutnya, ada mahasiswa yang pada awalnya merasa takut atau ragu untuk memasuki lingkungan kampus, namun perlahan menjadi lebih berani setelah mendapatkan dukungan dan pendampingan. Hal tersebut menjadi pengalaman yang memberikan kesan mendalam sekaligus memperkuat semangat para relawan.
Nanda berharap lingkungan UNESA ke depannya dapat menjadi semakin ramah dan inklusif bagi teman-teman disabilitas. Ia juga menyampaikan rasa bangga terhadap UKM Peduli Disabilitas dan para relawan yang telah bersedia belajar, berproses, serta memberikan waktu dan tenaga untuk mendampingi mahasiswa disabilitas selama PKKMB 2026.
Melalui pendampingan ini, UKM Peduli Disabilitas UNESA tidak hanya membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga membangun budaya kepedulian dan inklusivitas. Semangat tersebut diharapkan terus berkembang sehingga UNESA dapat menjadi lingkungan pendidikan yang semakin terbuka, ramah, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Share It On: