RSUD Mardi Waluyo Blitar Kunjungi PUI Disabilitas Unesa, Tingkatkan Kemampuan Layanan Pasien Disabilitas
Surabaya, 19 Agustus 2026 – RSUD Mardi Waluyo Blitar melakukan kunjungan ke PUI Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Rabu (19/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka mengikuti pelatihan bagi para perwakilan rumah sakit untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam memberikan layanan kepada pasien penyandang disabilitas. Kegiatan ini didampingi oleh Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., selaku Kepala Subdirektorat PUI Disabilitas Unesa, bersama Acep Ovel Novari Beny, S.Pd., M.Pd. dan Silfia Asningtias, S.Pd., M.TESOL., Ph.D.Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik agar peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga dapat merasakan secara langsung pengalaman penyandang disabilitas. Salah satunya melalui simulasi menjadi tunanetra dengan menutup mata dan menggunakan tongkat tunanetra. Melalui simulasi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana keterbatasan penglihatan dapat memengaruhi aktivitas dan mobilitas seseorang, sekaligus belajar mengenai pentingnya cara memberikan bantuan yang tepat kepada pasien tunanetra.Selain simulasi tunanetra, peserta juga mengikuti praktik menghadapi pasien penyandang disabilitas dalam situasi pelayanan kesehatan. Dalam kegiatan ini, para penyandang disabilitas di lingkungan PUI Disabilitas Unesa berperan sebagai pasien sehingga peserta dapat berlatih berinteraksi dan memberikan pelayanan secara langsung. Simulasi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami cara berkomunikasi, memberikan pendampingan, serta merespons kebutuhan pasien dengan berbagai kondisi disabilitas secara lebih tepat.Setelah rangkaian praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi antara perwakilan RSUD Mardi Waluyo Blitar dan PUI Disabilitas Unesa. Dalam diskusi tersebut, peserta dapat bertukar pengalaman dan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan pasien disabilitas di fasilitas kesehatan. Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen yang baik untuk terus meningkatkan kualitas layanan. “Ini momen yang bagus dalam rangka meningkatkan layanan kita,” ujar Prof. Budiyanto.Sementara itu, Acep Ovel Novari Beny, S.Pd., M.Pd. menekankan pentingnya melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap pembahasan mengenai disabilitas. Menurutnya, pengalaman dan perspektif penyandang disabilitas menjadi bagian penting agar layanan yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka. “Kita tidak bisa membahas disabilitas tanpa melibatkan disabilitas itu sendiri,” ungkap Ovel. Melalui pelatihan ini, RSUD Mardi Waluyo Blitar diharapkan dapat membawa pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih inklusif dan ramah bagi pasien penyandang disabilitas.
Share It On: