UNESA Bersama INOVASI Gelar Training of Trainers (ToT) untuk Perkuat Pembelajaran Pendidikan Inklusif
Surabaya – Upaya menghadirkan pendidikan yang dapat diakses dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi setiap peserta didik terus diperkuat Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dalam penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Modul Penguatan Pembelajaran Pendidikan Inklusif, yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 10–11 Agustus 2026.INOVASI merupakan program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berfokus pada peningkatan mutu kebijakan dan praktik pembelajaran. Program ini diarahkan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam memastikan seluruh peserta didik, khususnya pada jenjang pendidikan dasar, memperoleh kesempatan yang setara dalam menguasai kemampuan dasar tanpa terkecuali.Pelaksanaan ToT di UNESA menjadi bagian dari langkah bersama untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan inklusif. Para dosen yang mengikuti kegiatan ini dipersiapkan sebagai calon fasilitator yang diharapkan mampu memahami prinsip pendidikan inklusif secara komprehensif sekaligus menerapkannya dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi maupun mendukung implementasinya pada satuan pendidikan dasar dan menengah.Selama pelatihan, peserta mendalami berbagai aspek penting yang dibutuhkan dalam membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan berkeadilan. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar pembelajaran inklusif, Universal Design for Learning (UDL) atau desain universal untuk pembelajaran, asesmen inklusif, kurikulum adaptif, hingga penyusunan modul ajar yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik dan kebutuhan peserta didik.Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Eni Martina, selaku penyusun Modul Pendidikan Inklusif INOVASI. Sambutan juga disampaikan oleh Dr. Fathur Rohman Kafrawi, M.Pd., serta Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., selaku Kasubdit PUI Disabilitas UNESA. Pembukaan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kompetensi pendidik dalam memastikan proses pembelajaran tidak meninggalkan peserta didik dengan kebutuhan dan karakteristik yang beragam.Pelatihan tidak hanya diarahkan pada penguasaan konsep. Peserta juga dilibatkan secara aktif dalam berbagai kegiatan praktik, mulai dari simulasi pembelajaran, bedah modul, hingga diskusi kelompok. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang dapat muncul dalam penerapan pendidikan inklusif sekaligus merumuskan alternatif pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik.Melalui proses tersebut, pendidikan inklusif dipahami bukan sekadar sebagai upaya memberikan akses kepada peserta didik penyandang disabilitas, tetapi juga sebagai pendekatan pembelajaran yang menghargai keberagaman kemampuan, karakteristik, serta kebutuhan setiap peserta didik. Karena itu, kemampuan pendidik dalam merancang pembelajaran yang fleksibel dan adaptif menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang setara.Kolaborasi UNESA dan INOVASI melalui Training of Trainers ini sekaligus memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat praktik pendidikan inklusif. Dosen tidak hanya memiliki peran dalam pengembangan keilmuan, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan melalui penyebarluasan pengetahuan dan praktik pembelajaran yang berpihak pada keberagaman peserta didik. Selanjutnya, program ini dilanjutkan dengan pra trainers melatih mahasiswa PPG Unesa untuk penguatan pendidikan inklusif para calon guru yang nantinya akan praktik mengajar di sekolah di Surabaya dan sekitarnya. Melalui penguatan kapasitas calon fasilitator, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan dalam konteks pendidikan yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari kontribusi UNESA bersama INOVASI dalam mendukung terwujudnya pendidikan Indonesia yang semakin inklusif, adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Share It On: