UNESA Gandeng INOVASI Gelar BIMTEK Penguatan Modul Pendidikan Inklusif untuk Mahasiswa PPG
SURABAYA — Sebagai bagian dari komitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang adil dan tanpa diskriminasi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Modul Pembelajaran Inklusif (PI). Pelatihan yang berlangsung pada 14–15 Agustus 2026 di Gedung W1 Kampus 2 UNESA Lidah Wetan ini diikuti oleh 613 peserta program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari 15 program studi.
Kegiatan dua hari tersebut dirancang untuk melatih para calon pendidik agar mampu merancang metode pengajaran yang fleksibel, adaptif, serta ramah terhadap keberagaman latar belakang maupun kemampuan belajar murid di sekolah.
Meski para mahasiswa PPG telah mendapatkan materi pendidikan inklusi selama masa perkuliahan, pembekalan berupa bimbingan teknis dinilai sangat krusial. Perwakilan dari Pusat Unggulan Inovasi (PUI) Disabilitas UNESA, Silfia Asningtias mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting untuk menjembatani pemahaman teoritis dengan praktik riil di lapangan. Menurutnya, pengajaran di kelas perkuliahan cenderung berfokus pada fondasi konsep, sementara BIMTEK memberikan ruang bagi mahasiswa untuk secara langsung mensimulasikan penyusunan perangkat ajar inklusif dan mempraktikkan strategi pengajaran.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 20 akademisi dan praktisi hadir bertindak sebagai tim fasilitator. Rangkaian materi yang disampaikan dirancang secara komprehensif mencakup teori hingga praktik langsung. Mulai dari Pengenalan urgensi pendidikan inklusif, pendalaman materi Desain Pembelajaran Universal (DUP/UDL), serta praktik penerapannya, teknik identifikasi karakteristik dan kebutuhan pembelajaran murid beserta simulasi praktiknya, penyusunan kurikulum adaptif, praktik pembuatan modul ajar, hingga materi modifikasi penyusunan rapor, pendalaman strategi pengajaran inklusif, praktik mengajar, dan ditutup secara resmi oleh penyelenggara.
Melalui kolaborasi strategis antara UNESA dan INOVASI ini, diharapkan para lulusan PPG tidak hanya menguasai materi subjek yang diajarkan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keahlian metodik dalam mengelola kelas inklusif.
Dengan kapasitas guru yang makin terasah, implementasi pendidikan inklusif di Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi jargon teoretis, melainkan dapat diwujudkan secara nyata di setiap ruang kelas sehingga setiap anak mendapatkan akses dan hak belajar yang setara.
Share It On: