UNESA Perkenalkan Signalong Indonesia sebagai Inovasi Komunikasi Inklusif pada Forum Internasional AAC di Tiongkok
Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali memperkuat perannya di tingkat internasional melalui partisipasi dalam The 4th East Asian Regional Conference on Augmentative and Alternative Communication (AAC): AAC in Education and Everyday Life yang berlangsung pada 15–17 Januari 2026 di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok. Forum akademik ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan hasil riset terkait pengembangan komunikasi alternatif dan augmentatif dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Pada kesempatan tersebut, UNESA mempresentasikan pengembangan Signalong Indonesia, sebuah pendekatan komunikasi berbasis key word signing yang dirancang untuk mendukung implementasi pendidikan inklusif di Indonesia. Presentasi ini menyoroti pentingnya akses komunikasi yang setara bagi seluruh peserta didik, khususnya anak dengan hambatan komunikasi dan intelektual, agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Indonesia memiliki keragaman bahasa, budaya, dan kondisi geografis yang luas, yang di satu sisi menjadi kekuatan, namun di sisi lain menghadirkan tantangan dalam pemerataan layanan pendidikan inklusif. Keterbatasan dukungan praktis di ruang kelas, minimnya alat bantu komunikasi, serta distribusi layanan pendidikan khusus yang belum merata menjadi faktor yang masih dihadapi. Signalong Indonesia dikembangkan sebagai solusi yang mudah diterapkan, ramah kelas reguler, dan tidak bergantung pada teknologi berbiaya tinggi.
Signalong Indonesia merupakan hasil adaptasi dari Signalong yang dikembangkan di Inggris, dengan penyesuaian terhadap struktur bahasa dan konteks budaya Indonesia. Sistem ini mengombinasikan bahasa lisan dengan satu isyarat kunci dalam setiap kalimat, sehingga membantu meningkatkan pemahaman, daya ingat, serta interaksi sosial peserta didik. Pendekatan ini dirancang untuk mendukung seluruh peserta didik tanpa menciptakan pemisahan antara anak dengan dan tanpa disabilitas.
Selain penerapan di kelas, presentasi juga menampilkan implementasi Signalong Indonesia melalui media Sign Supported Big Books pada pendidikan anak usia dini. Media ini memungkinkan peserta didik untuk melihat, mendengar, dan mempraktikkan isyarat secara bersamaan, sehingga menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keterlibatan sosial, serta pemahaman bahasa anak.
Lebih lanjut, Signalong Indonesia juga diaplikasikan dalam pendidikan pengurangan risiko bencana melalui cerita berbasis isyarat. Pendekatan ini membantu anak memahami pesan keselamatan secara inklusif dan sesuai tahap perkembangan.
Partisipasi UNESA dalam forum internasional ini mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan inovasi pendidikan inklusif yang responsif terhadap kebutuhan lokal sekaligus relevan di tingkat global
Share It On: