UNESA Raih Penghargaan Layanan Disabilitas Terbaik ke 3 se-Indonesia
Surabaya, 9 Desember 2025 — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah Unit Layanan Disabilitas (ULD) berhasil membawa pulang penghargaan sebagai Perguruan Tinggi dengan Perlindungan dan Pemberdayaan Inklusivitas Terbaik bagi Mahasiswa Disabilitas dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan ini diperoleh setelah ULD UNESA memaparkan capaian program dan inovasi layanan disabilitas dalam presentasi akhir tahun yang disampaikan oleh Khofidotur Rofiah, M.Pd., Ph.D., pada 8 Desember 2025 secara daring.
Presentasi tersebut menjadi
bagian penting dalam rangkaian evaluasi dan seleksi penghargaan karena
menampilkan rangkuman komprehensif program, capaian, dampak, serta kontribusi
ULD UNESA selama tahun 2025. Melalui sesi presentasi ini, Dr. Khofidotur Rofiah
memaparkan laporan akhir ULD yang mencakup berbagai program strategis, inovasi
layanan, dan bentuk kontribusi UNESA dalam pengembangan kampus inklusif di Jawa
Timur.
Dalam paparannya, ia menyoroti
beberapa capaian utama ULD UNESA tahun 2025, termasuk profiling kebutuhan
belajar mahasiswa disabilitas, penyusunan Renstra ULD UNESA 2025–2029,
pelaksanaan monitoring dan evaluasi internal maupun eksternal, serta
pengembangan Peta Aksesibilitas Digital Kampus yang menjadi rujukan bagi
peningkatan layanan aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Selain itu, ULD juga mencatat
berbagai luaran penting, seperti penyusunan Buku Saku UNESA Inklusif,
pelaksanaan pelatihan pendidikan inklusif bagi dosen, inisiasi dan penerbitan
edisi perdana International Disability Innovation Journal (IDIJ), hingga
penyelenggaraan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) bekerja sama
dengan komunitas tuli UNESA.
Kinerja ULD UNESA pada tahun 2025
juga memberikan dampak di tingkat nasional dan internasional. Melalui berbagai
kegiatan seperti presentasi best practices dalam konferensi internasional di
Singapura dan Malaysia, partisipasi dalam International Culture Festival, serta
penerimaan berbagai kunjungan studi tiru dari lembaga nasional, ULD UNESA
semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga rujukan pengembangan kampus
inklusif.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur
menilai bahwa ragam inovasi, konsistensi pendampingan mahasiswa disabilitas,
serta kontribusi ULD UNESA dalam mendorong praktik pendidikan inklusif telah
memberikan dampak signifikan, baik bagi lingkungan kampus maupun wilayah Jawa
Timur secara lebih luas. Penilaian ini menjadi alasan utama UNESA layak
memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.
Penghargaan yang diberikan pada
peringatan Hari Disabilitas Internasional ini semakin mengukuhkan UNESA sebagai
salah satu perguruan tinggi rujukan dalam layanan disabilitas di Indonesia.
Prestasi tahun ini juga melengkapi capaian lainnya, termasuk penghargaan dari Perkins
International dan keberhasilan UNESA lolos dalam kompetisi Innovation for
Disability Inclusive Education Competition (IDIEC) 2025 yang diselenggarakan
oleh SEAMEO SEN.
Menutup presentasi, Dr.
Khofidotur Rofiah menegaskan bahwa ULD UNESA akan terus memperkuat komitmennya
dalam membangun kampus inklusif yang ramah bagi seluruh mahasiswa. Pada tahun
2026, ULD menargetkan penyelenggaraan UNESA Disability Metrix (UDIM),
memperluas penerapan Universal Design for Learning, memperkuat program
UKM Disabilitas, serta memperluas kolaborasi regional dan global.
Dengan capaian ini, UNESA semakin
teguh melangkah sebagai kampus yang menjunjung tinggi keberagaman,
aksesibilitas, dan kesetaraan bagi seluruh mahasiswa.
Share It On: