Universitas Airlangga Angkat Isu Anggaran Inklusi bagi Mahasiswa Disabilitas Lewat Diseminasi Riset
SURABAYA - Universitas Airlangga melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sukses menyelenggarakan seminar Research Dissemination bertajuk "Financing Disability Inclusion in Higher Education: The Case of Indonesia" pada Selasa, 14 April 2026.
Merupakan hasil kolaborasi dengan University of Southampton Serta didukung penuh Oleh British Council, penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi pembiayaan pendidikan tinggi yang bersifat Inklusif bagi mahasiswa penyandang disabilitas di Indonesia.
Acara seminar yang digelar di Lantai 2 Tirto Hall, Ruang 205, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) tersebut terbuka untuk umum via zoom meeting dan dihadiri langsung oleh para akademisi, peneliti, serta pemangku kebijakan.
Wakil Dekan I FEB Unair, Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.SI., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mendorong penguatan riset yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Ia turut menyoroti pentingnya inklusi dalam pendidikan tinggi.
“Isu pendidikan inklusif menjadi sangat relevan, terutama dalam memastikan bahwa setiap individu, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas,” tambahnya.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari tingkat serapan lulusan, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, hasil riset diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat ekosistem pendidikan inklusif. Dukungan dari akademisi, pemerintah, serta mitra internasional dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan tinggi yang berkeadilan.
Diseminasi ini menghadirkan tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Raditya Sukmana, S.E., M.A., Asst. Prof. Wahyu Jatmiko, M.Sc., Ph.D. dari University of Southampton, Shochrul Rohmatul Ajija, S.E., M.Ec., serta Assoc. Prof. Meri Indri Hapsari, S.E., M.Si., Ph.D.
Sementara itu, hasil penelitian yang dipaparkan oleh tim peneliti FEB UNAIR menunjukkan bahwa akses mahasiswa disabilitas di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pendanaan dan komitmen institusi.
Melalui riset ini, tim peneliti merekomendasikan penerapan skema blended financing sebagai solusi strategis untuk mendukung inklusi disabilitas. Pendekatan ini menggabungkan berbagai sumber pendanaan guna menciptakan sistem yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Diseminasi ini juga menjadi langkah awal dalam mendorong perubahan sistemik di pendidikan tinggi Indonesia. Para peneliti berharap hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat diimplementasikan sebagai dasar kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Share It On: