Universitas Ngudi Waluyo Kunjungi PUI Disabilitas UNESA Kenali Layanan dan Inovasi Ramah Disabilitas
Surabaya – Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Semarang melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan layanan pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Kunjungan tersebut difokuskan pada pembelajaran mengenai tata kelola layanan, sistem pendampingan, serta pemenuhan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas.
Pertemuan dipimpin oleh Direktur USC, Dr. Mochamad Purnomo, S.Pd., M.Kes., yang dalam kesempatan tersebut mewakili Wakil Rektor Bidang III Universitas Negeri Surabaya. Sementara itu, sesi diskusi dan berbagi pengalaman dipimpin oleh Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., selaku Kepala Subdirektorat PUI Disabilitas Unesa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Hubungan Masyarakat Unesa, Dr. Vinda Maya Setianingrum, serta perwakilan bidang Kerja Sama Dalam Negeri Unesa. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi kelembagaan dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang semakin inklusif.
Kunjungan Universitas Ngudi Waluyo dilatarbelakangi oleh keberadaan mahasiswa penyandang disabilitas di kampus tersebut serta pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang masih relatif baru. Karena itu, pengalaman Unesa dinilai dapat menjadi salah satu rujukan dalam mengembangkan sistem layanan yang terstruktur, responsif, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa disabilitas.
Dalam sesi diskusi, berbagai pengalaman terkait perjalanan layanan disabilitas di Unesa turut dibagikan. Layanan tersebut telah dikembangkan sejak 2013 melalui Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD). Sejalan dengan penguatan kelembagaan, perluasan fungsi, dan pengembangan program, sejak 2023 layanan tersebut berkembang menjadi PUI Disabilitas Unesa.
Perjalanan panjang tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan layanan bagi mahasiswa disabilitas tidak hanya berkaitan dengan pembentukan unit khusus, tetapi juga membutuhkan penguatan tata kelola, sumber daya manusia, sistem pendampingan, aksesibilitas, serta keterlibatan berbagai unsur di lingkungan universitas. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi Universitas Ngudi Waluyo dalam mengembangkan ULD agar mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Selain membahas tata kelola layanan di tingkat institusi, PUI Disabilitas Unesa juga membagikan pengalaman dalam membangun jejaring dan kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu bentuk pengembangan jejaring internasional dilakukan melalui kerja sama dengan University of Sydney, Australia. Kolaborasi tersebut mendukung pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta pengembangan praktik pendidikan inklusif yang dapat diterapkan dalam konteks perguruan tinggi.
Diskusi berlangsung sebagai ruang kerja warek III, bertukar pengalaman mengenai berbagai aspek layanan mahasiswa disabilitas, mulai dari pendampingan mahasiswa, penguatan kelembagaan ULD, hingga pentingnya membangun koordinasi lintas unit. Melalui pendekatan tersebut, layanan bagi mahasiswa disabilitas diharapkan tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab satu unit tertentu, tetapi menjadi bagian dari komitmen kelembagaan perguruan tinggi secara menyeluruh.
Melalui kunjungan ini, Universitas Ngudi Waluyo diharapkan memperoleh referensi yang dapat digunakan dalam memperkuat ULD serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan kampusnya. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi antarlembaga dalam pengembangan pendidikan tinggi inklusif.
Pertemuan antara Universitas Ngudi Waluyo dan PUI Disabilitas Unesa juga menunjukkan pentingnya proses berbagi praktik baik antarperguruan tinggi. Melalui kerja sama dan pertukaran pengalaman yang berkelanjutan, lingkungan pendidikan tinggi yang lebih aksesibel, inklusif, dan mampu memenuhi hak serta kebutuhan seluruh mahasiswa dapat terus dikembangkan.
Share It On: