Universitas Trisakti Belajar Pengembangan Unit Layanan Disabilitas ke PUID UNESA, Perkuat Komitmen Kampus Inklusif
SURABAYA – Sebagai upaya memperkuat pengembangan layanan pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi, tim Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Trisakti melakukan kunjungan studi ke Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kegiatan yang dilaksankaan pada Selasa, 30 Juni 2026 ini merupakan komitmen Universitas Trisakti dalam mempelajari pengelolaan Unit Layanan Disabilitas sekaligus memperluas kolaborasi antarkampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang ramah bagi mahasiswa disabilitas.
Delegasi Universitas Trisakti diwakilkan langsung oleh Maya Indrasti Notoprayitno, S.H., M.Si., Ph.D. bersama Dra. Hartini, M.M. Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh komitmen Universitas Trisakti untuk mempercepat pembentukan dan pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) sesuai amanat Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023.
Melalui kunjungan tersebut, tim berharap memperoleh gambaran menyeluruh mengenai tata kelola, layanan, hingga inovasi yang telah diterapkan PUID Unesa sebagai salah satu rujukan nasional dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif.
Dalam sesi pemaparan, tim PUID Unesa memperkenalkan berbagai layanan, program, dan produk inovasi yang mendukung penyandang disabilitas di lingkungan kampus. Salah satu yang diperkenalkan adalah UKM Peduli Disabilitas, organisasi mahasiswa yang berperan aktif dalam pendampingan, advokasi, serta penguatan budaya inklusif di kalangan sivitas akademika.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan Big Book DRRE (Disability Risk Reduction Education) sebagai media edukasi inklusif mengenai pengurangan risiko bencana yang dirancang agar mudah diakses oleh berbagai kelompok pengguna.
PUID Unesa juga memaparkan beragam layanan pendukung lainnya, seperti asesmen kebutuhan mahasiswa disabilitas, layanan pendamping akademik (shadow volunteer), penyediaan juru bahasa isyarat, alih format bahan ajar ke media aksesibel seperti braille, audio, dan dokumen digital ramah pembaca layar, pelatihan disability awareness bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, konsultasi pendidikan inklusif, hingga berbagai hasil riset dan inovasi teknologi asistif yang dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran.
Seluruh layanan tersebut dirancang agar mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh kesempatan belajar yang setara dan lingkungan akademik yang inklusif.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, delegasi Universitas Trisakti juga menggali berbagai pengalaman PUID Unesa dalam membangun sistem layanan yang berkelanjutan, mulai dari penyusunan kebijakan, pengelolaan sumber daya manusia, kolaborasi lintas fakultas, hingga pelibatan mahasiswa dalam mendukung implementasi pendidikan inklusif di kampus.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Trisakti yang saat ini tengah memperkuat kelembagaan layanan disabilitas.
Sebelumnya, Trisakti telah menunjukkan komitmennya melalui berbagai inisiatif, seperti pengembangan platform Trisakti Inklusif (Triklif) yang mengedukasi masyarakat mengenai hak penyandang disabilitas, penelitian tentang pembentukan Unit Layanan Disabilitas, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema pendidikan inklusif.
Pengalaman PUID Unesa diharapkan dapat menjadi referensi dalam merancang sistem layanan yang lebih komprehensif bagi mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Trisakti.
Melalui kunjungan ini, kedua institusi turut memperkuat semangat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat terwujudnya layanan pendidikan yang memberikan akses setara bagi seluruh mahasiswa tanpa diskriminasi, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis: Shanita Septias Anaway
Share It On: