USC dan PUI Disabilitas Memperkuat Persiapan Layanan Prima Orientasi Mahasiswa Baru Unesa Tahun Akademik 2026/2027
Surabaya, 6 Agustus 2026 – Direktorat Unesa Science Center (USC) dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar rapat koordinasi hari ini, 6 Agustus 2026, guna memperkuat persiapan pelaksanaan layanan prima dalam rangka penyambutan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.
Rapat ini berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan mahasiswa seiring dengan bertambahnya jumlah mahasiswa Unesa. Dengan populasi mahasiswa Unesa yang besar, USC dan PUI Disabilitas menekankan bahwa kapasitas layanan, sumber daya manusia, dukungan aksesibilitas, dan mekanisme pendampingan mahasiswa harus terus ditingkatkan agar layanan dapat berjalan secara efektif, inklusif, dan responsif.
Melalui pendekatan layanan prima, USC dan PUI Disabilitas berkomitmen menghadirkan layanan yang berpusat pada mahasiswa, mudah diakses, ramah, profesional, dan responsif terhadap beragam kebutuhan mahasiswa. Layanan ini diharapkan tidak hanya mendukung proses administratif, tetapi juga proses adaptasi, bimbingan, keselamatan, dan kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh selama masa transisi menuju kehidupan kampus.
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah isu krusial yang memengaruhi perkembangan mahasiswa dan keamanan kampus turut diidentifikasi sebagai prioritas utama. Isu-isu tersebut meliputi pencegahan radikalisme, penyalahgunaan narkoba, perundungan (bullying), serta bentuk-bentuk perilaku berbahaya atau tidak pantas lainnya di kalangan mahasiswa. Universitas berupaya mengatasi tantangan ini melalui pendidikan preventif, program pengembangan karakter, kampanye kesadaran, serta penguatan sistem pelaporan dan pendampingan.
USC dan PUI Disabilitas tengah mempersiapkan berbagai kegiatan untuk program orientasi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, termasuk inisiatif untuk mengenalkan mahasiswa pada layanan kampus, mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta memperkuat kesadaran akan tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat kampus.
Perhatian khusus juga diberikan untuk memastikan mahasiswa baru penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara serta dukungan yang memadai. PUI Disabilitas tengah menyiapkan tim relawan yang akan mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas selama proses orientasi dan masa adaptasi awal mereka di kampus.
Para relawan akan memperoleh pelatihan mengenai kesadaran disabilitas, komunikasi inklusif, teknik pendampingan yang tepat, prinsip aksesibilitas, serta etika berinteraksi dengan mahasiswa penyandang disabilitas. Peran mereka diharapkan dapat membantu mahasiswa mengakses informasi, berpartisipasi dalam kegiatan kampus, memahami lingkungan pembelajaran, serta terlibat penuh dalam kehidupan universitas.
Persiapan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Unesa untuk menjadi universitas yang inklusif dan mudah diakses. PUI Disabilitas terus mendorong pemerataan akses pendidikan dengan memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh akomodasi dan dukungan yang layak tanpa menghadapi hambatan yang tidak perlu.
Selain persiapan relawan, USC dan PUI Disabilitas akan terus memperkuat kolaborasi dengan fakultas, program studi, dosen, tenaga kependidikan, dan organisasi kemahasiswaan guna memastikan layanan mahasiswa dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh unit universitas.
Rapat koordinasi pada 6 Agustus 2026 ini menegaskan kembali bahwa penyambutan mahasiswa baru bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan titik awal penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan suportif. Melalui peningkatan kapasitas layanan, program preventif, serta sistem pendampingan yang inklusif, Unesa siap menyambut generasi baru mahasiswa tahun akademik 2026/2027 sekaligus memperkuat komitmennya terhadap layanan pendidikan tinggi yang unggul dan berkeadilan.
Kategori: Disabilitas, Inklusi
Tag: lingkungan inklusif, inklusi disabilitas, SDGs-mengurangi kesenjangan, SDGs-pendidikan berkualitas
Share It On: