Wujudkan Hak Bahasa Isyarat, DIC Bersama UKM Peduli Disabilitas Selenggarakan Pelatihan BISINDO
puid.unesa.ac.id SURABAYA- Pada Kamis, 16 oktober 2025, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) atau Disability Innovation Center (DIC) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dari Komunitas Tuli UNESA (KOTUNESA), Disability Innovation Center (DIC) serta UKM Peduli Disabilitas UNESA yang berlangsung di gedung O6 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA. Pelatihan ini berlangsung sebanyak 10 kali pertemuan, yang dimulai pada tanggal 16 oktober hingga 14 november 2025, tiap hari kamis dan jumat.
Pertemuan pertama ini, dibuka dengan sambutan Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., selaku direktur DIC, dalam sambutan tersebut disampaikan terima kasih kepada peserta yang telah menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pelatihan ini, ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini dibuka secara gratis bagi mahasiswa yang ingin belajar bahasa isyarat dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dapat menjadi pilihan profesi bagi peserta. Sambutan juga diberikan oleh Khofidotur Rofiah, M.Pd., PhD., selaku koordinator Prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB), ia menyampaikan mengenai pentingnya penggunaan bahasa isyarat dalam lingkungan kampus sebagai bentuk dari kesetaraan serta inklusivitas. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan dasar bahasa isyarat, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan tingkat atas apabila tertarik menjadi JBI. Dan sambutan terakhir disampaikan oleh Novia Restu Windayani, S.Pd, M.Pd., selaku pembimbing UKM Peduli Disabilitas, ia berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tau peserta mengenai Bahasa Isyarat dan mempertimbangkan JBI sebagai profesi. ia juga menyampaikan bahwa UKM Peduli Disabilitas tak hanya ada di Unesa Lidah wetan namun juga sudah tersedia di Unesa Ketintang.
Kegiatan lalu dilanjutkan dengan pemberian materi awal berupa pengenalan disabilitas rungu serta etika relawan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang disampikan oleh Ika Irawan selaku ketua komunitas Tim Bahasa Isyarat Indonesia dan Aksesibilitas (TIBA) Surabaya. lalu materi dilanjutkan oleh Viona Amelia Putri mengenai Bahasa isyarat abjad A-Z dan kata dasar seperti “Assalamualaikum” serta “Waalaikumsalam”.
Melihat tingginya antusiasme mahasiswa UNESA terhadap kegiatan ini, jumlah peserta dibatasi hingga 40 orang yang telah lolos proses seleksi. Seleksi tersebut diharapkan dapat menjaring peserta dengan komitmen kuat dan konsistensi tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai. Pembatasan ini dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif, interaktif, dan kondusif, serta memungkinkan para pemateri memberikan pendampingan yang optimal kepada setiap peserta.
Untuk menjamin pemberian materi yang berkualitas dan akurat, KOTUNESA ditunjuk menjadi pengisi materi selama pelatihan, sehingga peserta tak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai BISINDO tapi juga mengenai budaya Tuli serta pengalaman berinteraksi langsung dengan teman Tuli.
Tujuan utama diselenggarakannya acara ini yaitu untuk memberikan pengetahuan pada mahasiswa UNESA mengenai bahasa isyarat serta membangun kesadaran mengenai pentingnya penggunaan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kesadaran akan disabilitas rungu dapat semakin meluas terutama di lingkup civitas akademik UNESA.
Penulis : Alya Alamanda Savitri
Editor : Lina Nur Laili
Share It On: