Direktorat Disabilitas UNESA Menggelar Kegiatan Ngaji Bahasa Isyarat Bersama Mahasiswa Tunarungu: Membangun Koneksi dan Keterlibatan Komunitas

puid.unesa.ac.id, Surabaya 28 Maret 2024 - Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menunjukkan komitmen dalam mendukung dan memperkuat keterlibatan mahasiswa tunarungu dalam kegiatan keagamaan. Salah satu wujudnya adalah penyelenggaraan kegiatan Ngaji Bahasa Isyarat, sebuah forum yang memungkinkan mahasiswa tunarungu untuk belajar dan mendalami ajaran agama Islam melalui bahasa isyarat. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang inklusif bagi mahasiswa tunarungu untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, sekaligus memperkuat koneksi dan solidaritas antaranggota komunitas tunarungu di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ngaji bahasa isyarat, mahasiswa tunarungu dapat belajar dan berbagi pengetahuan agama Islam dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Acara ngaji bahasa isyarat ini dihadiri oleh mahasiswa tunarungu dari berbagai program studi di UNESA, serta didukung oleh tim pengajar dan fasilitator yang kompeten dalam bidangnya. Materi yang disampaikan dalam ngaji bahasa isyarat mencakup berbagai topik agama Islam, mulai dari tafsir Al-Quran, hadis-hadis Rasulullah, hingga praktik ibadah sehari-hari. Dr. Wagino, M.Pd., Direktur PUI Disabilitas UNESA, menyatakan bahwa kegiatan ngaji bahasa isyarat merupakan salah satu upaya Direktorat Disabilitas UNESA untuk memberikan dukungan dan kesempatan yang sama kepada mahasiswa tunarungu dalam mengakses pendidikan agama. "Kami percaya bahwa setiap individu, termasuk mahasiswa tunarungu, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengetahuan agama dan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan," ujarnya.
Selain sebagai wadah untuk memperdalam pengetahuan agama Islam, kegiatan ngaji bahasa isyarat juga menjadi ajang untuk memperkuat keterlibatan sosial dan emosional mahasiswa tunarungu. Melalui interaksi dan diskusi dalam bahasa isyarat, mereka dapat saling mendukung, memotivasi, dan membangun hubungan yang erat sebagai bagian dari komunitas mahasiswa tunarungu di UNESA. Dengan terus mengadakan kegiatan seperti ngaji bahasa isyarat, Direktorat Disabilitas UNESA berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung bagi mahasiswa tunarungu, serta memperkuat keterlibatan mereka dalam kegiatan akademik, sosial, dan keagamaan di kampus.
Share It On: