Kunjungan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya ke Sub Direktorat Disabilitas UNESA: Inisiasi Museum Ramah Disabilitas

puid.unesa.ac.id, Surabaya 19 April 2024 - Sub Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerima kunjungan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya pada tanggal 19 April 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong pendirian Museum Ramah Disabilitas, sebagai langkah untuk meningkatkan aksesibilitas dan inklusi bagi penyandang disabilitas dalam sektor pariwisata dan budaya. Kedatangan pejabat dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya, bersama dengan tim Sub Direktorat Disabilitas UNESA, menjadi momentum penting dalam upaya membangun kesadaran akan pentingnya inklusi bagi penyandang disabilitas.
Acep Ovel Novari Beni, M.Pd., Kepala Seksi Layanan dan Usaha Sub Direktorat Disabilitas UNESA, menyambut kunjungan tersebut dengan antusiasme tinggi. Dia menyampaikan bahwa inisiatif pendirian Museum Ramah Disabilitas akan menjadi langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan inklusi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam menikmati kekayaan budaya dan pariwisata Surabaya. Kunjungan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya-upaya inklusi.
Selama diskusi yang berlangsung, berbagai aspek terkait pendirian Museum Ramah Disabilitas dibahas secara mendalam. Hal ini mencakup pemilihan lokasi yang strategis, desain bangunan yang ramah disabilitas, serta pengembangan program-program edukasi yang relevan. Tim Sub Direktorat Disabilitas UNESA memberikan masukan yang berharga berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka dalam bekerja dengan penyandang disabilitas.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan terkait dalam proses pengembangan museum. Mereka menyadari pentingnya mendengarkan suara dan kebutuhan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, untuk memastikan bahwa Museum Ramah Disabilitas benar-benar menjadi tempat yang inklusif dan bersahabat bagi semua orang.
Dalam upaya memastikan partisipasi aktif dari semua pihak, pihak Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya akan membentuk sebuah tim kerja khusus yang terdiri dari berbagai stakeholder terkait, termasuk perwakilan dari Sub Direktorat Disabilitas UNESA, organisasi masyarakat, dan individu penyandang disabilitas. Tim ini akan bertanggung jawab atas perencanaan, pengorganisasian, dan implementasi semua kegiatan terkait Museum Ramah Disabilitas.
Selain itu, pihak Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya untuk mendukung proses perizinan dan pembangunan museum. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi Museum Ramah Disabilitas dan memastikan bahwa proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kerjasama antara Sub Direktorat Disabilitas UNESA dan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya ini juga akan menjadi contoh bagi institusi lain dalam upaya membangun lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua orang. Melalui keterlibatan aktif dari berbagai pihak dan komitmen untuk mendengarkan suara masyarakat, diharapkan Museum Ramah Disabilitas dapat menjadi destinasi wisata dan budaya yang menyenangkan dan bermakna bagi semua orang, tanpa terkecuali.
Kunjungan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya ini juga menjadi bagian dari upaya lebih luas dalam mewujudkan visi Kota Surabaya sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing. Dengan memperkuat kerjasama antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih ramah dan menyenangkan bagi semua warga Surabaya, termasuk penyandang disabilitas.
Kesimpulannya, kunjungan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Surabaya ke Sub Direktorat Disabilitas UNESA merupakan langkah awal yang penting dalam proses pendirian Museum Ramah Disabilitas. Kolaborasi antara kedua belah pihak diharapkan akan menghasilkan sebuah museum yang tidak hanya menjadi destinasi wisata dan budaya yang menarik, tetapi juga menjadi simbol inklusi dan aksesibilitas bagi semua orang.
Share It On: