Sub Direktorat Disabilitas UNESA: Meningkatkan Kesadaran tentang Isu Disabilitas melalui Sesi Sharing Bersama Komnas Disabilitas RI dan Ketua Karang Taruna Kota Surabaya

puid.unesa.ac.id, Surabaya 1 Mei 2024 - Sub Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung inklusi dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas melalui berbagai kegiatan yang edukatif dan kolaboratif. Salah satu inisiatif terbaru mereka adalah mengadakan sesi sharing yang melibatkan Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (Komnas Disabilitas RI) dan Ketua Karang Taruna Kota Surabaya. Sesi sharing ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2024. Mereka berkumpul untuk membahas tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari, serta upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan inklusi dan aksesibilitas bagi disabilitas.
Dalam sesi sharing yang berlangsung penuh antusiasme tersebut, berbagai isu penting dibahas secara mendalam. Mulai dari aksesibilitas fisik dan lingkungan, pendidikan inklusif, akses layanan kesehatan, hingga kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Diskusi juga melibatkan pembahasan tentang hak-hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas, termasuk hak atas pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan yang layak. Acep Ovel Novari Beni, M.Pd., Kepala Seksi Layanan dan Usaha Sub Direktorat Disabilitas UNESA, menyampaikan pentingnya kesadaran dan pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu disabilitas di masyarakat. "Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua," ungkapnya.
Para peserta juga mendengarkan pemaparan dari perwakilan Komnas Disabilitas RI, yang memberikan wawasan tentang kerangka kerja dan kebijakan yang berkaitan dengan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Mereka juga menyoroti pentingnya advokasi dan pendidikan masyarakat untuk memastikan bahwa hak-hak disabilitas dihormati dan dilindungi. Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya berbagi pengalaman dan komitmen organisasinya dalam mendukung inklusi bagi penyandang disabilitas di tingkat lokal. Dia menyampaikan bahwa kerjasama lintas sektor merupakan kunci utama dalam memastikan bahwa kebutuhan dan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi dengan baik.
Dengan adanya sesi sharing yang berlangsung sukses ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu disabilitas semakin meningkat. Selain itu, diharapkan juga akan muncul lebih banyak inisiatif kolaboratif yang dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.
Share It On: