PUI DIC Mantapkan Penyelarasan Roadmap dan Penguatan Program 2025
Pusat Unggulan Iptek Disability
Innovation Center (PUI DIC) menggelar rapat koordinasi strategis bertajuk Penguatan
Program dan Penyelarasan Roadmap PUI DIC Tahun 2025 di Hotel Deka,
Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk meninjau kembali capaian
program, menyatukan arah kebijakan antar-divisi, serta memastikan target
roadmap 2025 dapat tercapai secara optimal.
Rapat tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd
selaku ketua subdirektorat PUI DIC bersama perwakilan Unit Science Center yaitu
Dr. Donny Ardy Kusuma, S.Pd., M.Pd, Direktur Inovasi Pemeringkatan &
Publikasi Ilmiah Unesa yaitu Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd, serta para
anggota tim dari berbagai divisi PUI DIC. Dalam arahannya, Prof. Dr. Budiyanto,
M.Pd menegaskan bahwa aktivitas PUI DIC dibagi menjadi tiga divisi utama, yaitu
tata kelola, academic excellent, dan komersialisasi. Menurutnya, ketiga divisi
memiliki peran saling terhubung untuk memperkuat posisi lembaga sebagai pusat
inovasi dan pengembangan inklusi di bidang pendidikan dan teknologi di PUI DIC.
Divisi tata kelola melaporkan bahwa pembentukan International
Disability Innovation Journal telah mencapai 90 persen dan kini memasuki
tahap finalisasi laporan akhir. Sementara itu, divisi academic excellent terus
mendorong pengembangan inovasi berbasis inklusi. Di antaranya adalah re-desain
komunikasi inklusif untuk komunitas tuli dan netra, pengembangan digital
inclusive platform hasil kolaborasi dengan Universitas Teknologi Malaysia
(UTeM), serta penyusunan bigbook disability awareness yang kini telah berjalan
setengah dari target. Program pengembangan Jobdis juga menjadi salah
satu prioritas, dengan sistem aplikasi yang akan segera diuji coba dan
diluncurkan pada akhir November 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd
menegaskan pentingnya kolaborasi lintas divisi dan perguruan tinggi untuk
memperluas dampak program. Beliau menyebutkan bahwa produk inovatif PUI DIC
tidak hanya berupa barang, tetapi juga ide dan sistem yang dapat dijual,
dikembangkan, serta dimanfaatkan secara luas di masyarakat.
Dr. Donny Ardy Kusuma, S.Pd., M.Pd dari USC turut
menambahkan bahwa aspek komersialisasi menjadi langkah strategis berikutnya
dalam memperkuat keberlanjutan program. Salah satu fokusnya adalah memanfaatkan
sistem SIPLAH (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah) agar produk-produk hasil
inovasi PUI DIC dapat diakses oleh sekolah-sekolah penerima dana BOS secara
resmi. Upaya ini sekaligus membuka peluang agar berbagai hasil riset, buku,
maupun media pembelajaran inklusif dapat masuk ke katalog pengadaan pendidikan
nasional.
Selain fokus pada komersialisasi, rapat juga membahas
penyusunan buku cerita anak bertema inklusi yang tengah dalam tahap
penyelesaian ilustrasi. Buku tersebut direncanakan akan segera diajukan untuk
memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI) dan dihubungkan dengan afiliasi DIC.
Sementara itu, pengembangan Learning Management System (LMS) berbasis
inklusif juga terus dimatangkan. Sistem ini telah dirancang agar dapat
membedakan kebutuhan pengguna mahasiswa reguler dan mahasiswa disabilitas,
dengan fokus pada layanan bagi siswa autistik di tahun pertama dan perluasan ke
jenis disabilitas lain pada tahun mendatang.
Menutup kegiatan, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd mengapresiasi kinerja seluruh tim yang telah berkontribusi dalam mencapai 80 persen target roadmap dan berharap sinergi lintas bidang dapat terus ditingkatkan hingga mencapai 100 persen di akhir tahun.
Penulis: Sharfa
Dokumentasi: Iqbal
Share It On: