Hari Disabilitas Internasional terhadap Inklusi Masyarakat dan Pendidikan Tinggi
Windi Nur Fadilah - Hari Disabilitas Internasional dirayakan setiap 3 Desember untuk mengingatkan masyarakat dan perguruan tinggi tentang peran penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial, Pendidikan , dan pembangunan.
Di masyarakat, peringatan ini mendorong pemahaman keberagaman, mengurangi stigma, diskriminasi, dan hambatan aksesibilitas. Inisiatif ini membuka ruang partisipasi setara bagi penyandang disabilitas, memicu perubahan kebijakan yang inklusif.
Perguruan tinggi perlu lingkungan akademik inklusif melalui fasilitas aksesibel, pelatihan dosen, dan kebijakan keberagaman. Hal ini mendukung perkembangan mahasiswa disabilitas sekaligus membangun empati di kalangan mahasiswa lain.
PUID Disabilitas Unesa menyelenggarakan ParaFest 2025 pada 28–30 November 2025 di Kampus II Lidah Wetan dengan tema “Festival Inklusi Seni, Budaya, dan Olahraga”. Acara mencakup Disabilitas Fun Run, senam ceria (30/11), Fun Colorbility, dan Disabilitas Talent Challenge, melibatkan 600+ peserta dari komunitas kampus.
Inisiatif Unesa ini menginspirasi perguruan tinggi lain melalui workshop dan pelatihan sensitivitas disabilitas. Peringatan tahunan ini memperkuat komitmen inklusi yang berkelanjutan.
Glosarium (Penjelasan Istilah) Untuk memastikan pemahaman yang setara, berikut adalah definisi dari istilah-istilah di atas:
• Disabilitas: Keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik yang memengaruhi partisipasi sosial.
• Inklusivitas: Penciptaan lingkungan adil untuk semua individu.
• Aksesibilitas: Kemudahan akses fasilitas bagi penyandang disabilitas.
• Stigma: Prasangka negatif terhadap kelompok tertentu.
Share It On: