UNM Gelar Sosialisasi dan Uji Coba Website Teman Karir Inklusi
puid.unesa.ac.id, Surabaya– Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi dan uji coba website Teman Karir Inklusi, sebuah platform yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 09 Oktober 2025 yang bertempat di kantor Disability Innovation Center (DIC) Universitas Negeri Surabaya. Kegiatan ini diisi oleh Prof. Dr. Farida Ariyani, S.Pd., M.Pd., selalu ketua tim pengembang, dan Khofidotur Rofiah, M.Pd., PhD., selaku perwakilan tim dari DIC. Dihadiri juga oleh 22 mahasiswa disabilitas Unesa dengan ragam disabilitas sensorik netra, rungu, fisik dan autis.
Dalam pemaparannya, Prof. Farida menjelaskan bahwa Teman Karir Inklusi hadir sebagai solusi atas masih rendahnya penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di berbagai sektor, termasuk kementerian. Website ini memberikan akses bagi penyandang disabilitas untuk menelusuri minat karir, mencari lowongan pekerjaan, melakukan tes kesiapan kerja, serta mengenal ragam disabilitas.
Ia juga menyampaikan bahwa selain untuk penyandang disabilitas, platform ini dapat diakses oleh perusahaan yang ingin membuka peluang kerja inklusif. Website ini juga menyediakan video tutorial berbahasa isyarat melalui YouTube, sebagai bentuk komitmen terhadap aksesibilitas. Fitur konseling karir pun sedang dalam tahap pengembangan, agar pengguna dapat memperoleh panduan yang lebih personal dalam menyiapkan diri memasuki dunia kerja.
Fitur utama website Teman Karir Inklusi meliputi tes minat dan bakat serta tes kesiapan kerja. Pengguna cukup mendaftar akun, kemudian mengikuti tahapan tes yang tersedia. Hasil dari tes minat karir akan menampilkan tiga tipe kepribadian, satu dominan dan dua alternatif, beserta rekomendasi jenis pekerjaan, soft skill yang dibutuhkan, hingga tokoh inspiratif. Tes kesiapan kerja akan menampilkan informasi mengenai kekuatan, kelemahan, keterampilan, serta etika kerja, disertai saran pengembangan diri.
Sebelum diujicobakan di Makassar, platform ini telah lebih dulu diuji di Surabaya. Menurut tim pengembang, peserta dari Makassar menganggap website ini mudah diakses, kemungkinan karena dukungan jaringan internet yang lebih stabil. Seluruh masukan dari pengguna selama uji coba dijadikan bahan revisi dan validasi sistem. Tim juga menyediakan nomor kontak khusus agar pengguna dapat menyampaikan saran lebih lanjut.
Dalam sesi diskusi, sejumlah mahasiswa dari Prodi Pendidikan Luar Biasa (PLB) memberikan masukan terkait aksesibilitas. Di antaranya, masih ada halaman yang belum memiliki simbol atau teks pendukung, serta perbedaan hasil pembacaan antar screen reader. Website juga dinilai belum sepenuhnya ramah bagi pengguna mobile, dan simbol pencarian dianggap belum jelas. Teman Tuli juga berharap agar video tutorial dengan bahasa isyarat menjadi bagian tetap dari fitur edukatif.
Menanggapi berbagai catatan tersebut, tim pengembang berencana meluncurkan akun Instagram resmi bertajuk “Kementerian Tenaga Kerja – Dari Kita untuk Kita”, menyusun buku panduan penggunaan website, serta menambahkan fitur dasar keterampilan kerja dalam hasil tes.
Prof. Farida menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa pengembangan website ini akan terus dilakukan. Ia berharap Teman Karir Inklusi bisa menjadi platform yang benar-benar inklusif, informatif, dan bermanfaat bagi penyandang disabilitas dalam menjawab tantangan dunia kerja.
Sementara itu, Khofidotur Rofiah mengapresiasi dan mengenalkan bahwa hal ini selaras dengan program DIC yang berfokus pada pengembangan riset dalam aspek komunikasi, teknologi asistif dalam konteks mensupport kelas inklusif serta job employment. Rofiah berharap akan ada tindak lanjut kedepannya seperti kolaborasi riset di bidang bimbingan konseling dan karir yang aksesibel dan inklusif.
Share It On: