04 Januari 2022, Memperingati Hari Kelahiran Louis Braille

Huruf Braille: Sentuhan Penglihatan Menuju Dunia Pengetahuan
Braille mulai
muncul kerika tahun 1824, seorang pemuda buta berusia 15 tahun bernama Louis
Braille mengembangkan sebuah sistem tulisan yang akan mengubah hidup jutaan
orang dengan kehilangan penglihatan di seluruh dunia. Sistem ini dikenal
sebagai "Huruf Braille," yang menggunakan kombinasi titik-titik dalam
pola tertentu untuk mewakili huruf, angka, tanda baca, dan simbol matematika.
Sejak itu, huruf Braille telah menjadi pintu gerbang bagi para tunanetra untuk
menjelajahi dunia pengetahuan dan mencapai kemandirian dalam kehidupan
sehari-hari.
Sejarah dan Perkembangan
Sebelum huruf
Braille ada, para tunanetra menghadapi banyak kendala dalam memperoleh
pendidikan dan mengakses informasi tertulis. Pada awalnya, ada beberapa sistem
yang dikembangkan untuk membantu tunanetra membaca, tetapi sistem-sistem
tersebut cenderung kompleks dan sulit dipelajari. Louis Braille, seorang siswa
di Institut Tuna Netra di Paris, merasa bahwa ada kebutuhan untuk mengembangkan
metode yang lebih sederhana dan mudah diakses.
Braille
terinspirasi oleh "sistem night writing" yang diciptakan oleh Kapten
Charles Barbier, sistem militer yang menggunakan kombinasi titik dan tanda
untuk berkomunikasi di malam hari tanpa cahaya. Braille mengadopsi ide ini dan
menyederhanakannya menjadi bentuk yang lebih efisien dan praktis, dengan enam
titik dalam dua kolom yang membentuk 63 kombinasi yang berbeda.
Struktur dan Fungsi
Huruf Braille
terdiri dari enam titik kecil yang diatur dalam dua kolom dengan tiga titik di
setiap kolom. Setiap huruf, angka, dan tanda baca dalam abjad dinyatakan dalam
pola titik-titik yang khas. Untuk membaca huruf Braille, tunanetra meletakkan
jari-jari mereka di atas titik-titik dan merasakan polanya. Mereka dapat
merasakan titik-titik tersebut dengan ujung jari, dan dengan mengenali pola
titik-titik tersebut, mereka dapat membaca dan mengartikan informasi yang
terdapat dalam teks Braille.
Manfaat dan Peran dalam Pendidikan
Huruf Braille
telah membuka pintu pengetahuan dan kesempatan pendidikan bagi para tunanetra
di seluruh dunia. Dengan menggunakan sistem ini, mereka dapat membaca teks,
belajar matematika, dan bahkan mengakses materi pendidikan yang sama dengan
rekan-rekan mereka yang penglihatannya normal. Huruf Braille juga mendukung
kemandirian tunanetra dalam kehidupan sehari-hari, memungkinkan mereka untuk
membaca papan petunjuk, menu, dan bahan-bahan lain yang dapat ditemui dalam
kehidupan sehari-hari.
Tantangan dan Kemajuan
Meskipun huruf
Braille telah membawa manfaat besar, tantangan masih ada dalam hal
aksesibilitas dan penggunaan teknologi. Di era digital, teknologi tampilan
braille dan program pembaca layar telah berkembang pesat, memungkinkan
tunanetra untuk mengakses informasi secara lebih luas dan lebih efisien.
Namun, masih ada
kebutuhan untuk terus memperjuangkan inklusi dan aksesibilitas bagi para
tunanetra dalam masyarakat. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya huruf
Braille, serta mengintegrasikan pendidikan dan pekerjaan yang lebih inklusif
bagi mereka, akan terus menjadi langkah maju dalam memperkuat kemandirian dan
partisipasi tunanetra di dalam masyarakat.
Pada dasarnya Huruf
Braille adalah inovasi luar biasa yang telah membuka pintu dunia pengetahuan
bagi para tunanetra. Dengan mengandalkan sentuhan, sistem ini memungkinkan
mereka untuk menggali ilmu, mengejar impian, dan mencapai potensi penuh mereka.
Meskipun ada tantangan dalam mencapai aksesibilitas penuh, keberadaan huruf
Braille terus menerangi jalan bagi inklusi dan kesempatan bagi orang-orang
dengan kehilangan penglihatan untuk berpartisipasi sepenuhnya dalam kehidupan
masyarakat. sebagai bentuk memperingati hari kelahiran Luist Braille, tanggal 4
Januari diperingati sebagai Hari Braille.
Share It On: