UNM Lakukan Benchmarking ke DIC UNESA untuk Penguatan Kampus Inklusif
puid.unesa.ac.id- SURABAYA, Pada Kamis 23 Oktober 2025 Disability Innovation Center (DIC) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerima kunjungan studi tiru sekaligus diskusi dari Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan tersebut berlangsung di kantor DIC UNESA yang berlokasi di gedung O7 Fakultas Ilmu Pendidikan, UNESA. Rombongan dari UNM terdiri atas enam dosen dan lima perwakilan mahasiswa.
Kunjungan ini berfokus pada memperkuat tata kelola, layanan, serta kurikulum yang inklusif guna meningkatkan kualitas pendampingan bagi mahasiswa penyandang disabilitas di Universitas Negeri Makassar (UNM). dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., selaku kepala subdirektorat PUI DIC UNESA, memaparkan visi misi DIC, latar belakang pendirian DIC, peran relawan disabilitas, produk penelitian yang telah diluncurkan, serta program-program yang tengah dijalankan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai praktik-praktik penerapan kampus inklusif yang efektif, termasuk strategi dan langkah konkret dalam memperkuat tata kelola, layanan, serta kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas..
Menurut Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., kunci keberhasilan dari berbagai program inklusi di UNESA terletak pada dukungan kebijakan dari pimpinan universitas. Ia menegaskan bahwa untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas, para pemangku kebijakan perlu memiliki kesadaran dan pengalaman langsung dalam mendampingi penyandang disabilitas. Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi kisah perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak dan kebijakan yang inklusif di UNESA.

Setelah sesi diskusi, dilanjutkan dengan penutupan dan penyerahan cinderamata antara kedua belah pihak. Melalui kegiatan ini, kerja sama antara UNESA dan UNM tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan semata, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang penelitian, serta pengembangan jejaring antar universitas.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang berbagi inspirasi dan refleksi mengenai pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan budaya inklusi. Para peserta mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh DIC UNESA dalam memberikan akses dan layanan yang ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Kedua pihak berkomitmen untuk saling berbagi praktik baik dan pengalaman dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif. Mereka berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan ini dapat menjadi referensi berharga dalam mengembangkan program serupa di Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang setara bagi semua kalangan.
Share It On: